Ice Breaking menyenangkan
KISAH ANGKA ANGKA
Permainan ini
dipakai agar peserta mengenal satu sama lain dengan cara santai dan
menghapuskan kekakuan.
Langkah langkah :
·
Mintalah seluruh peserta
berhitung dari nomor 1 dan seterusnya sampai selesai (habis).
·
Minta setiap peserta mengingat
nomor urutnya masing-masing dengan baik, jika perlu lakukan pengujian dengan
menyebut secara acak beberapa angka dan minta peserta yang disebut nomornya
untuk menyahut ‘ya’!, atau tunjuk beberapa orang peserta secara acak dan
tanyakan ia nomor urut berapa.
·
Tegaskan sekali lagi apakah mereka benar – benar
mengingat nomor urutnya masing – masing.
·
Setelah yakin, jelaskan bahwa anda akan menyampaikan
suatu berita atau suatu cerita tertentu di mana dalam sepanjang cerita itu akan
disebut sejumlah angka – angka.
·
Peserta yang disebut angka atau
nomor urutnya diminta segera berdiri dan langsung meneriakkan namanya keras –
keras kepada seluruh peserta lain. Jika terlambat 3 detik, peserta dikenakan hukuman
ramai – ramai oleh peserta lain.
·
Tanyakan kepada peserta apakah mereka paham peraturan
tersebut ?, jika perlu ulangi sekali lagi dan berikan contoh.
·
Mulai bercerita, misalnya : saudara – saudara, latihan
inis sebenarnya sudah direncanakan sejak lima bulan yang lalu, tapi
karena beberapa hal, barulah tiga bulan yang lalu ada kejelasan dan
kemudian dipersiapkan oleh delapan orang panitia … dst. Atau cerita lain yang anda karang sendiri pada saat itu ( yang
penting, dalam cerita itu ada disebutkan angka – angka nomor urut peserta
setiap satu kalimat atau setiap selang satu menit ).
·
Lakukan sampai separuh peserta
tersebut nomornya atau seluruhnya (bergantung kepada kecepatan anda dan peserta
dan sesuai dengan waktu yang tersedia).
·
Lakukan diskusi dengan peserta
tentang apa makna permainan ini dan dapat digunakan untuk apa saja dalam
kegiatan latihan, termasuk perasaan – perasaan peserta sendiri.
·
Kemudian disimpulkan.
MENCARI JODOH
Petunjuk :
· Buatlah kalimat pendek yang berhubungan dengan materi
pelajaran yang akan diberikan, misal : Bersama Membangun Kepedulian. Kalimat
yang dibuat sebanyak setengah dari jumlah peserta, kalau peserta 20 orang,
harus disediakan 10 kalimat.
· Pecahlah kalimat tersebut ke dalam dua bagian dan
ditulis di kertas , satu kertas berisi kalimat Bersama Membangun dan satu
kertas berisi kata Kepedulian.
·
Gulunglah kedua kertas yang berisi tulisan tadi.
·
Bagikan kertas – kertas tergulung
yang sudah disiapkan sebanyak jumlah peserta (apabila peserta ganjil, satu
orang berpasangan dengan pemandu sendiri).
·
Minta peserta untuk membuka gulungan kertas masing –
masing dan membaca isinya yaitu sepotong kalimat yang belum lengkap.
· Minta peserta untuk mencari
pasangannya masing – masing agar kalimat itu menjadi lengkap.
·
Minta setiap pasangan berkenalan dan mendiskusikan
arti kalimat tersebut.
· Minta peserta berkumpul lagi dan
meminta setiap pasangan memperkenalkan pasangannya dan menyampaikan arti
kalimat kepada peserta yang lain.
BERDIRILAH JIKA …
Petunjuk :
a.
Minta semua peserta untuk duduk
membentuk lingkaran, lalu pemandu berdiri di tengah.
b. Jalaskan kepada peserta bentuk
permainannya, yaitu setiap pemandu mengucapkan kalimat, peserta mengucapkan
kalimat, peserta diminta berdiri apabila kalimat itu sesuai dengan dirinya;
misal : “ Keluarga saya adalah keluarga pedagang….. “; “ Saya seorang perempuan
yang berani bicara di depan publik……. “ dsb.
c. Ucapkan kalimat – kalimat yang
relevan dengan keadaan peserta (jangan sampai ada peserta yang tidak pernah
berdiri), contoh – contoh kalimat misalnya :
·
Saya adalah petugas lapangan.
·
Saya lahir di pedesaan.
·
Saya lahir di kota besar.
·
Saya memiliki hobby membaca, dsb.
d. Setelah selesai, minta seluruh peserta untuk
memperkenalkan nama, asal, dan hal lain yang berkenaan dengan dirinya secara
singkat.
ADU PANJANG, BESAR DAN TINGGI
Permainan ini
bermanfaat untuk membuat suasana menjadi segar dan menumbuhkan semangat baru.
Langkah – Langkah :
a.
Ajaklah semua peserta berdiri dan
minta mereka membagi diri menjadi 2 – 3 kelompok.
b. Susunlah 3 kelompok itu secara
berjajar. Lalu jelaskan bahwa 3 kelompok itu akan berlomba satu sama lainnya
untuk masing-masing perintah dari wasitnya (berperan sebagai wasit adalah pemandu
atau salah seorang peserta).
c.
Setelah semua menyiapkan kelompoknya masing – masing,
segera mulai permainan.
Misalnya :
·
Berlombalah untuk membuat barisan terpanjang tanpa
terputus.
·
Atau buatlah kelompok anda menjadi yang paling tinggi.
·
Buatlah lingkaran kelompok besar.
Catatan :
· Jangan memberi komentar bahwa mereka berhak
menggunakan apa saja untuk menang dan menjadi kelompok yang tertinggi, terlebar
dan terpanjang. Misalnya jika saat lomba ada peserta laki – laki yang sampai
melepas kaos kaos untuk digunakan sebagai penyambung tangan supaya barisannya
paling panjang. Biarkan saja , itu hak dia untuk
secara kreatif memenangkan lomba.
· Jika selesai permainan, anda bisa
menanyakan, misalnya ; “kenapa kelompok A bisa mancapai panjang hingga ke luar
ruangan padahal anggotanya sama-sama 5 orang, itu untuk membuat peserta
menikmati permainan dan melihat sesuatu yang tidak sekedar permainan”.
BADAI BERHEMBUS
(The
Great Wind Blows)
Strategi ini merupakan icebreaker yang dibuat cepat yang membuat para peserrta latihan bergerak tertawa. Strategi tersebut merupakan cara membangun team yang baik dan menjadikan para peserta lebih mengenal satu sama lain.
Petunjuk :
· Aturlah kursi – kursi ke dalam sebuah lingkaran.
Mintalah peserta untuk duduk di kursi yang telah disediakan.
·
Jelaskan kepada peserta aturan
permainan, untuk putaran pertama pemandu akan bertindak sebagai angin.
·
Pemandu sebagai angin akan
mengatakan ‘ angin berhembus kepada yang memakai – misal : kacamata’ (apabila
ada beberapa peserta memakai kacamata).
· Peserta yang memakai kacamata
harus berpindah tempat duduk, pemadu sebagai angin ikut berebut kursi.
·
Akan ada satu orang peserta yang
tadi berebut kursi, tidak kebagian tempat duduk. Orang inilah yang menggantikan
pemandu sebagai angin.
· Lakukan putaran kedua, dan
seterusnya. Setiap putaran yang bertindak sebagai angin harus
mengatakan “angin berhembus kepada yang …(sesuai dengan karakteristik peserta, misal : baju biru, sepatu hitam,
dsb).
LEMPAR SPIDOL
Permainan ini
bertujuan untuk menghangatkan suasana dan menghilangkan kekakuan antar peserta
dan pemandu dan antar peserta sendiri. Pelajaran yang bis adipetik dari
permainan ini adalah perlunya sikap hati –hati dan cepat tanggap.
Langkah –
langkah :
·
Mintalah semua peserta berdiri bebas di depan tempat
duduk masing-masing.
· Minta peserta bertepuk tangan
ketika anda melemparkan spidol ke udara, dan pada saat spidol anda tangkap lagi
dengan tangan, semua peserta serta merta diminta berhenti bertepuk tangan. Ulangi
sampai beberapa kali.
· Ulangi proses ke-2 dengan tambahan selain bertepuk
tangan juga bersenandung. (bergumam) : “Mmmmm….!”.
·
Ulangi proses ke – 3 ini beberapa kali, dan setiap
kali semakin cepat gerakannya, kemudian akhiri dengan satu anti klimaks :
spidol anda tidak dilambungkan, tapi hanya melambungkan tangan seperti akan
melambungkannya ke atas (gerak tipu yang cepat). Amati : apakah peserta masih
bertepuk tangan dan bergumam atau tidak ?
·
Mintalah tanggapan dan kesan,
lalu diskusikan dan analisa bersama kemudian simpulkan.
SEPATU LAPANGAN
Permainan ini
bermanfaat untuk mendorong proses kerjasama Tim, bahwa dalam sebuah Tim setiap
orang akan belajar mendengar pendapat orang lain dan merekam masing-masing
pendapat secara cermat dalam pikirannya, sebelum memutuskan pendapat apa yang
terbaik menurut kelompok.
Langkah –
langkah
·
Bagilah peserta ke dalam kelompok – kelompok kecil (5
– 6 orang), 1 orang akan menjadi pembicara kelompok.
· Mintalah setiap kelompok untuk mendiskusikan tentang
sepatu lapangan apa yang cocok untuk bekerja di ‘lapangan’ dan peralatan apa
lagi yang dibutuhkan (waktunya sekitar 5 menit).
· Mintalah pembicara kelompok untuk mengingat pendapat
yang berbeda dan pendapat yang sama dari setiap orang di kelompoknya
masing-masing.
· Mintalah pembicara kelompok untuk menyampaikan hasil
diskusi ini seklaigus memperkenalkan nama anggota kelompoknya dan apa pendapat
orang – orang tersebut mengenai topik diskusi di atas.
·
Setelah semua kelompok selesai, kemudian diskusikan :
-
Apakah pembicara telah menyampaikan pendapat semua
anggota kelompoknya secara tepat ?
-
Apa yang dikurangi?
-
Apa yang ditambah ?
-
Apa yang tidak tepat.
KALIMAT
SULIT
Langkah – langkah :
·
Siapkan beberapa kata, dan tulis
setiap kata dalam sebuah kartu.
·
Bagilah peserta menjadi dua tim.
· Letakkan kartu yang telah ditulisi tersebut di lantai (termasuk
kata – kata yang saling berhubungan).
·
Kedua tim membuat kalimat dengan menggunakan kartu –
kartu tersebut.
· Seorang anggota tim memulai sebuah kalimat dengan kata
yang pertama, yang lainnya mengikuti secara bergantian hingga kalimatnya
selesai.
·
Satu kata di dalam kalimat bernilai 5 poin bila
kalimatnya benar.
· Bila kalimatnya salah maka setiap kata yang salah
kehilangan 5 poin. Bila seluruh kalimat mejadi tidak bermakna tim tersebut
kehilangan 50 poin.
· Bila kalimatnya merupakan kalimat yang belum sempurna
maka tim tersebut kehilangan 25 poin. Setelah setiap kalimat selesai, letakkan
kembali kartu kata – kata untuk digunakan oleh peserta yang lain .
KOMPAK
Permainan ini bermanfaat untuk
menghangatkan suasana dan membentuk suasana kerja dalam Tim.
Langkah –
Langkah
·
Jelaskan kepada peserta aturan
permainan ini.
·
Bagilah peserta ke dalam 5 – 6 kelompok, yang penting
satu kelompok terdiri dari 6 orang.
· Mintalah masing – masing kelompok untuk membuat
lingkaran dan satu orang anggota dari masing-masing kelompok untuk berdiri di
tengah–tengah kelompoknya.
· Katakan bahwa permainan ini untuk menguji kita ,
apakah di antara teman-teman dalam kelompok itu saling percaya kepada TIM KERJA
KITA. Yang berdiri di tengah harus menutup matanya,
dengan ditutup kain, kemudian menjatuhkan diri secara bebas kearah mana saja.
· Sementara itu teman-teman dalam
kelompoknya melingkar dan harus bertanggungjawab atas keselamatan teman yang di
tengah tadi, karena permainan ini bisa – bisa akan memakan korban, maka jika
yang di tenagh menjatuhkan diri kepadanya dia harus siap dan bertanggungjawab
untuk menahan dan melemparkannya kepada teman yang lain. Begitu seterusnya, dan
minta siapa yang di tengah bisa bicara dengan cara bergiliran.
BERCERMIN
Langkah –
langkah :
·
Minta setiap peserta untuk
berpasangan, 1 orang menjadi bayangan di cermin dan 1 orang menjadi seseorang
yang sedang berdandan di depan cermin.
·
Bayangan harus mengikuti gerak – gerik orang yang
berdandan.
·
Keduanya harus bekerja sama agar bisa bergerak secara
kompak dengan kecepatan yang sama.
·
Minta peserta untuk mendiskusikan
apa pesan dalam permainan ini.
BROKEN “T”
Permainan ini
bermanfaat untuk mengajak peserta memahami perbedaan antara komunikasi satu
arah dan komunikasi partisipatif, serta menyadarkan peserta akan pentingnya
prinsip kesetaraan dalam berkomunikasi dengan masyarakat.
Langkah –
langkah
· Siapkan pecahan huruf T (lihat irisan hurup T dalam
gambar) sebanyak setengah dari jumlah peserta; kertas karton yang bisa berdiri
– apabila tidak ada karton bisa diganti dengan koran dan tali rapia –
(berfungsi sebagai pembatas) sebanyak hurup T.
· Siapkan gambar hurup T, sesuai dengan irisan tadi (T
dalam gambar), sebanyak pecahan hurup T (simpan masing – masing dalam amplop).
· Mintalah peserta untuk berpasangan, masing – masing
pasangan yang satu berperan sebagai Bos dan yang seorang lagi berperan sebagai atasan.
· Selanjutnya atasan Bos dan
bawahan, masing-masing duduk berhadapan dengan dibatasi oleh karton atau kertas
koran yang digantung dengan tali rapia.
·
Beritahu peserta bahwa permainan
ini akan dibagi ke dalam beberapa babak.
·
Setiap peserta yang berperan
sebagai Bos akan mendapatkan gambar hurup T yang ada dalam amplop, sedangkan
bawahan akan mendapatkan pecahan hurup T.
· Babak pertama, Bos harus memberi
perintah kepada bawahan untuk menyusun hurup T, bawahan tidak boleh bertanya,
atasan tidak boleh memperlihatkan gambar kepada bawahan.
· Apabila babak pertama telah
selesai, babak kedua lakukan dengan perintah yang sama tetapi dalam hal ini
bawahan boleh bertanya. (pembatas masih tetap dipakai) dan gambar tetap tidak
boleh diperlihatkan.
·
Babak ketiga, bawahan boleh bertanya dan pembatas
boleh dihilangkan.
·
Diskusikan pengalaman bermain ‘Broken T’ tadi :
1.
Apakah ada yang berhasil ?
2.
Mengapa terjadi demikian ?
3.
Bagaimana perasaan bawahan dan
pendapatnya tentang Bos ?
4.
Bagaimana pendapat Bos tentang bawahannya ?
·
Simpulkan bersama peserta dengan
mengaitkan efektifitas komunikasi yang setara dan partsisipatif.
Komentar
Posting Komentar